Saturday, 14 July 2012

Sebuah Harapan

Sekarang hari jumat, artinya jumat depan kalau nggak ada halangan gua, Aril, dan Akram akan berangkat ke Malaysia. Yang jadi halangan adalah faktor keuangan gua yang masih belum mencukupi, kalau Aril sepertinya udah siap banget untuk berangkat.

Uang yang dibutuhkan untuk berangkat ke Malaysia, Thailand, dan Singapura setelah dihitung hitung sekitar 1.5jt. Dan sekarang uang yang saat ini gua pengan adalah 0, kadang gua mikir sendiri. Ini perjalanan gua yang ngerencanain tapi masa gua juga yang ngebatalin.

Satu-satunya harapan gua agar bisa berangkat adalah gua dapat pasien atau dapet orang yang mau belajar hipnotis secepatnya. Udah ada sih 3 orang, 2 orang bilang mau hipnoterapi dan 1 orang lagi mau belajar hipnotis tapi sampai sekarang gua masih belum dapet kabar lagi dari mereka. 

Friday, 17 February 2012

Ke Kampung Inggris Untuk Kedua Kalinya

Tiba tiba saja aku ingin mendokumentasikan tentang perjalananku ke Pare untuk yg kedua kalinya. Dimana terdapat banyak sekali perbedaan dengan pertama kali aku kesana pada tahun 2009 dan tahun 2012 ini. Sungguh terlalu, apakah nama Pare yg dikenal sebagai kampung inggris itu telah menghasut banyak orang sehingga tidak ada lagi keistimewaannya. Perjalananku ke Pare dimulai ketika temanku Ary memiliki rencana untuk pergi kesana, awalnya aku tidak yakin karena sebagian orang memiliki minat yang sama namun jarang sekali yang mewujudkannya, tapi Ary berbeda Ary sungguh mewujudkan itu.


Perjalalan dari Bandung menuju Kediri sampai ke Kampung Inggris di butuhkan waktu 15 jam jika kalian kesana menggunakan kereta ekonomi kahuripan dan kalian akan lebih hemat waktu yaitu hanya 11 jam jika kalian menggunakan kereta bisnis Malabar yg berangkat dari Stasiun Kota Bandung. Waktu itu hari ke berangkatanku dari Bandung adalah hari rabu, aku melihat dulu jadwal keberangkatan kereta ekonomi kahuripan dari stasiun kiara condong bandung. Setelah aku tahu jadwal keberangkatan kereta ekononi kahuripan dari stsiun kiqra condongbandung adalah pukul 20.00 dan yang lebih beraninya lagi aku nekat tidak memesan tiket sehari sebelum ataupun jauh sebelum jam keberangkatan.


Aku hanya bermodal yakin perjalanan dari bandung menuju kediri pasti masih ada tiket, aku berangkat dari kos pukul 19.00 dan tepat pukul 20.00 aku sampai di muka gg dan karena takut jadwal keberangkatan berbeda dari yang direncakan aku berlari menuju stasiun. Aku membeli tiket dwngan harfa 38.000, naik sekali dengan 2 tahun lalu harganya 24rb. Aku menympatkan shalat isha di stasiun dan kereta datang 15 menit setelahnya, gerbongku nomer 7 gerbong paling belakang.

Depanku adalah seorang bapak yg baru saja mengunjungi anaknya yang bekerja dan sekarang telah bekerluarga di Bandung, ia bercerita tentang sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Aku hanya mengangguk, karena tujuanku bukan mencari pekerjaan melainkan membuat pekerjaan baru. Bapak itu memiliki 3 orang anak, dan beruntung kawan anak bapak itu sekolah semua meski rata-rata adalah tamatan SMA. Bapak itu bercerita tentang anaknya di Bandung yang memiliki kesempatan untuk pindah lokasi kerja di Medan dengan imingan gaji 15juta, wow besar sekali pikirku. Besar sekali untuk tamatan SMA.

Namun anaknya tidak mau, kata bapak tersebut karena anaknya sudah betah tinggal di Bandung. Dan mungkin pikirku tidak terlalu jauh juga dari kota Jogjakarta tempat bapaknya tinggal. Disamping kananku duduk orang jawa yang agak aneh, agak misterius sekaligus pendiam. Tapi aku yakin ada sesuatu yang orang itu pikirikan, terlihat dari gerak-geriknya dan tatapannya memandang. Didepanku duduk 2 orang dari Bandung yang juga pendiam, tapi 2 orang tersebut bukannya pendiam melainkan menutup diri karena sifatnya.

Aku senang berada di kereta api ekonomi, karena banyak pedagang mondar-mandir disini. Gampang sekali mencari makanan dan tak perlu khawatir dengan harganya, beda dengan kereta api bisnis dan eksekutif yang harga makanannya super duper mahal. Kalau lagi lapar aku biasa beli nasi ayam dengan harga 5ribu rupiah, tapi nasi ayam yang aku makan sering kali ayamnya tidak hangat lagi. Bentuknya memang kecil, sesuai dengan harganya. Entah ayam itu ayam bagus yang dipotong dengan cara halal ataupun ayam apa, yang penting aku berdoa dulu sebelum makan. Kadang barang-barang yang dijual dikereta lebih murah dari harga yang biasa kita temukan dipasar, jadi jangan ragu untuk membeli barang di kereta. Dan yang terpenting, harga dipengaruhi oleh kualitas. Jadi kalau membeli barang yang agak murah, jangan berharap untuk mendapat kualitas sempurna.

Kereta terus berjalan hingga malampun datang, aku melihat sekeliling sudah banyak orang yang tidur. Apakah mereka benar-benar tidur, atau berusaha memejamkan mata. Karena aku yakin, bukan hanya aku orang yang kadang sulit tidur sebelum membaca sesuatu sampai bosan ataupun sebelum minum susu coklat hangat. Aku berusaha memejamkan mata dengan tangan bersilang didepan dada karena aku berusaha menjaga barangku, dan hingga akhirnya tak sadar akupun ikut tertidur. Saat aku bangun ditengah malam, aku melihat sekitar orang-orang juga sudah ikut tertidur pulas. Kami semua tertidur pulas dalam kereta, dalam kereta ekonomi yang supersederhana. Terbuat dari kursi plastik, namun kami yakin masing-masing dari kami mempunyai tujuan perjalanan yang mulia. Mencari ilmu, bekerja, ataupun bertemu keluarga.

Perjalanan yang panjang, hingga pagi tiba. Aku terbangun subuh-subuh dan sulit untuk tertidur kembali, aku melihat bapak depanku bersiap untuk turun karena beliau sudah hampir sampai di kota tujuannya, Jogjakarta tepatnya di stasiun lempuyangan. Asal kau tahu kawan, Jogjakarta adalah kota pelajar. Kenapa disebut demikian karena kota ini memiliki begitu banyak sekali universitas dan sekolah-sekolah tinggi, banyak orang kota ataupun orang desa yang merntau ke Jogja untuk melanjutkan pendidikan. Kereta sudah mulai sepi, tinggal mereka yang menuju tujuan akhir Surabaya, Kediri dan Malang yang tersisa. Aku termasuk diantarannya, yang ada dalam benakku hanya seperti apakah kondisi kampung inggris itu sekarang, setelah 1,5 tahun aku tak melihatnya.

TInggal 3 stasiun lagi dan aku sampai ditujuan utamaku Kediri, dan tempat dimana penumpang terakhir berhenti untuk melanjutkan perjalanannya. Bagi mereka yang ingin menuju Surabaya dan Malang, merekapun harus berhenti di Stasiun ini dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Setelah sampai aku disambut dengan banyaknya tukang becak yang menawarkan mengantar perjalanan untuk menuju tempat pemberhentian bis menuju kampung inggris, setiap ada orang luar kota yang datang terutama tak bias bahasa jawa mereka pasti menyebutkan kata “Kampung Inggris” atau “BEC” tempat kursus bahasa inggris yang pertama berdiri di Pare itu sekaligus menjadi pelopor tempat kursus yang lain.

Aku sudah tau siasat mereka, BUSUK. Aku tak mau terjebak untuk yang ketiga kalinya, aku sudah 2 kali terjebak rayuan BUSUK para tukang becak itu. Yang mengantarkan kita para pendatang ke tempat pemberhentian bus dan meminta bayaran 15 ribu, mereka bilang bayaran itu sudah biasa. Padahal tempat yang dituju bias hanya dengan berjalan kaki sekitar 300 meter, seperti yang kulakukan sekarang aku berjalan kaki menuju tempat pemberhentian bus. Setelah keluar dari stasiun, aku agak bingun dengan tempat ini jalannya ada 2 yang manakah jalan yang benar. Sambil tukang becak yang lain meliatiku sambil mereka menawarkan jasannya.



Friday, 9 September 2011

Aktif Ngegym Lagi

Hari ini gw udah mulai aktif ngegym lagi, gw seneng ketemu sama Aa Ipin (Pelatih di tempat Gym BBC). Awalnya pas ngegym dulu target gw adalah ikutan L-MEN, sampe suatu saat udah pernah kesampaian. Gw ikut audisi L-MEN di Lampung dan sayangnya GAGAL, gw tau kenapa gw gagal karena badan gw terlalu kurus.

Hari Ini

Hari ini awalnya ga terlalu melelahkan, kuliah kaya biasa dan bangun hampir kesiangan karena tidurnya hampir kemaleman, tapi untungnya gue ga terlambat. Abis kuliah gue sempet makan sama temen sekelas di Mcdoen ("adeknya Mcdonald" mungkin), temen gue namanya Edlin. Kelahiran riau, tapi setelah 1 tahun pindah ke Bandung. Kenapa ga pindah ke Australia ? atau Amerika ? Ada yang mau nanya ke orangtuanya... Abis makan gue ada aktifitas kecil, sayangnya masih bisa belum di ungkapin, takut kepanjangan nulisnya (ngeles mode on)..


Abis ngelakuin aktifitas tadi gue ngegym yang merupakan salah satu olahraga favorite gue. Walaupun ga rutin, karena susah banget buat rutin. Kalau mau ngegym tiba-tiba pacar ngajak jalan ! Pas mau ngegym lagi tiba-tiba males ! Busetttt... Kadang emang susah ngatasin penyakit yang satu ini males, untungnya sekarang gue mulai rajin nulis di blog.

Wednesday, 7 September 2011

Dengan Sohib SMA


Liburan kemarin untungnya gue sempet ketemu sama sohib SMA, kita jalan bareng, makan, n foto. Udah kaya artis aja, gue punya temen yang namanya Andri. Kalo di foto ini dia lagi make baju item, dia punya 1000 gaya dalam foto. Setiap kali foto pasti aja gayanya selalu beda, kalo yang disebelah gue yang lagi make kacemata namanya Arief. Pas SMA dulu dia jago banget main keyboard, maklum yang foto disini semua mantan anak band.. "Bencong".

Sekarang Arief ngambil kuliah di jakarta, dia ngambil ilmu keperawatan. Jadi kalo gue sakit ga usah ke Dokter, minta rawat aja sama Dia "Gratis" !!! Kalo yang paling kiri itu namanya Aprizal, dari dulu sampe sekarang hobinya adalah senyum. Kalo kita" ngistilahinnya tukang cengir.. Tapi untung sampe sekarang giginya tetep rapih, kalo aja giginya bolong atau item !!! Dan 1 lagi yang lagi moto, tapi mukanya ga keliatan. Dia namanya Apriza, orangnya putih. Lumayan ganteng, tapi sayang dia rada pemalu. Kalo menurut gue dia bisa aja dapetin cewe yang dia suka, tapi karena di malu ya jadi rada sulit deh.

Dan dari situ gue sempet ambil kesimpulan bahwa ga semua cewe bisa ditaklukin cuma dengan modal ganteng, gue juga ga ganteng.

Tuesday, 6 September 2011

Takbiran 2011 vs 10th Lalu


Yang paling jelas bedanya takbiran tahun ini sama takbiran jaman gue 10 tahun yang lalu adalah obor, dulu jaman gue kita anak-anak pada keliling kampung bawa obor. Batang obornya pun musti bikin dulu dari pohon bambu, kalo sumbunya biasanya gue minta sama tetangga atau kalo ga ada pake kaos bekas lho juga boleh.

Biasanya kita keliling kampung sambil takbiran, nah tu obor gunanya buat nerangin jalan. Karena rumah gue dulunya deket sama pohon bambu.. "Ih.. SEREM !!" biasanya gue suka ngiprit bawa tu obor pas mau pulang ke rumah. Gue juga ga tau pasti kenapa jaman sekarang udah jarang yang keliling takbiran bawa obor, padahal hal itu termasuk seru banget. Pas takbiran terakhir ini gue malah main Kartu UNO sama sodara di tempat nenek, malah teriak "UNO" bukannya Takbiran !

Lagi Mudik


Gue lagi sama bule temen nyokap namanya Mr. Kevin, dia berasal dari Australia dan suka cerita.. Ceritanya panjang banget, gue sebenernya ga seberapa ngerti apa yang dia omongin tapi gue angguk-anggukin aja. Untung ga dikira ngantuk, tu bule cepet banget akrabnya sama gue. Entah mungkin udah tradisi mereka kali ya yang ga kenal siapa lawan bicaranya.. Tapi gue salut sama tu bule walopun palanya kinclong tapi tetep pake Topi !