Tuesday, 13 August 2013

Bertemu Teman SD



Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari lebaran ke-3, aku dan teman-teman kelas 12 IPA 1 dari SMA ku Perisda berkeliling ke rumah teman-teman yang lain bisa dibilang Halal Bihalal. Dimulai dari mereka yang tinggal didaerah Antasari, hari itu yang berkumpul dari kami hanya sedikit. Cuman 3 orang, rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah Nunik. Syukur waktu itu Nunik sedang ada dirumah tapi dia tak bisa ikut kami berkeliling karena sebentar lagi adiknya yang terakhir ingin mengadakan pernikahan dan dia bertugas untuk menyebarkan undangan padahal biasanya dia selalu ikut dengan rombongan kami untuk berkeliling. Tujuan kedua yang kami tuju selanjutnya adalah rumah Wahyulia, dia tinggal didekat SD ku dulu yaitu Kampung Sawah Brebes tapi sayang setelah kami sampai ternyata Wahyulia baru saja keluar dan kami memutuskan untuk ke rumah Ferdi yang terletak di Jagabaya. Awalnya kami agak bingung untuk menuju Jagabaya bisa melewati 2 arah kiri dan kanan tapi aku memutuskan untuk belok kanan karena menurutku lebih cepat.

Sesaat setelah belok kanan aku ingin menunjukan kepada temanku rumah seorang teman SD namanya Dannur Windo, beruntung sekali saat aku lewat ternyata aku bertemu langsung dengan orangnya. Saat itu dia sedang duduk diteras, banyak yang berubah darinya. Gayanya mirip sekali seperti seniman, rambutnya yang bisa dibilang seperti rambut pendek versi cewek. Aku yakin pasti dia biasa menggunakan bando, aku memanggilnya dan ternyata memang benar itu dia. Aku meminta izin kepada 2 orang temanku untuk mampir sebentar kerumah teman SD ku itu ya sekedar untuk bersalaman, aku menanyakan kepada Dannur dimana Rizki Martin karena kebetulan teman SD ku yang satunya lagi memang tinggal didekat situ dialah Rizki. Sewaktu SD kulitnya putih, aku ingat sekali. Dan dannur mencoba untuk menghubunginya dia bilang kalau ada teman SD nya yang ingin bertemu yaitu aku, aku khawatir kalau mereka sudah lupa siapa aku. Ternyata mereka masih sangat ingat bahkan sampai nama panjangku juga.

Setelah kami bertiga berkumpul, aku meminta nomor HP mereka agar bisa kuhubungi jika aku mengadakan kumpul-kumpul teman SD nanti. Ya aku sangat menantikan saat-saat itu, aku ingin sekali melihat kembali wajah teman-teman SD ku.

Friday, 2 August 2013

Buka Puasa Bersama

Sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat Indonesia ketika bulan ramadhan tiba, moment ini dimanfaatkan untuk berkumpul kembali atau reuni bersama rekan lama, begitupun denganku. Aku adalah perantauan, sosok yang keluar dari kota asalku Bandar Lampung dan mencoba dalam menimba ilmu di Pulau sebrang Pulau Jawa. Tepatnya di Jawa Barat, Bandung. Memang tak terlalu jauh dari tempat asalku, dengan menggunakan bus dapat ditempuh dengan 10 jam perjalanan dimalam hari. Itupun kita tinggal tidur dan menunggu keesokan paginya sampai di Kota Kembang begitupun sebaliknya jika ingin kembali kekota asal. Ada yang aneh menurutku dengan acara buka puasa bersama ini, awalnya aku senang dengan acara ini. Tapi lama-kelamaan aku menjadi berpikir, kenapa hanya saat bulan puasa ini saja kami berkumpul kembali.
Bahkan selama berbulan-bulan banyak dari kami yang lost contact dengan teman-teman diluar bulan puasa, sungguh ironi. Maksudku jika berbicara lebih spesifik, harusnya kita berkumpul bukan karena acara yang diadakan pada bulan puasa ini melainkan karena masing-masing dari kami saling merindukan dan memang masing-masing dari kami ingin bertemu. Yang bila lebih spesifik lagi harusnya diluar bulan puasa ini kami masih harus tetap berhubungan meskipun sebatas jejaring social atau sms. Hal ini tak hanya terjadi dilingkunganku bersama teman-teman melainkan juga terjadi dikeberadaanku dengan saudara, jarang sekali aku mengontact mereka walupun sekarang teknologi menjadi semakin canggih. Harusnya teknologi yang semakin canggih ini digunakan dengan baik oleh kami untuk tetap menjaga silaturahmi seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar sesama muslim saling bersilaturahmi. Aku sedih sekali ketika tidak menjalankan wasiat dari Beliau.
Itu yang kumau sebenarnya, untuk menggabungkan kembali bagian-bagian dari kami tanpa adanya sebuah keterpaksaan melainkan karena memang kami saling merindukan. Saat ini aku dan Alam sepupuku kami sedang merencanakan untuk mengumpulkan kembali keluarga besar dari Yayik, Yayik adalah Kakekku yang berasal dari mamah. Yayik memiliki 12 anak, dan satu anak standarnya memiliki 4 orang anak. Bisa dibayangkan kan berapa jumalh cucu dari Yayik ini, meskipun banyak tapi dulu saat Beliau masih hidup kami sering berkumpul bersama meskipun diluar bulan suci ramadhan. Banyak sekali kenangan-kenangan indah dimasa kecilku dulu bersama saudara-saudara dan berencana agar kenangan-kenangan kami dulu menjadi pondasi yang kuat bagi kami untuk tetap bersama dan saling membantu. Bila ada salah satu dari kami yang kesulitan maka yang lain akan siap membantu, begitulah persaudaraan yang sebenarnya.
Aku juga berharap perkumpulan dengan teman SMA kali ini akan menjadikan kami lebih akrab satu sama lain, karena sudah banyak dari kami yang lulus kuliah bahkan sudah ada yang menikah. Kami berharap agar pertemanan kami ini bisa saling bantu membantu untuk kesuksesan kami. Di reuni SMP kemarin aku tak ikut karena aku lupa kalau SMP mengadakan reuni, tetapi setahun sebelumnya aku mengikuti acara tersebut. Sungguh banyak yang berubah dari teman-temanku terutama fisiknya, dan yang wanita menjadi lebih cantik-cantik begitupun yang pria menjadi lebih gagah-gagah. Diantara temanku itu sudah ada yang menghasilkan uang sendiri dan banyak juga yang kuliah diluar Lampung, aku senang dapat melihat mereka kembali. Terutama aku senang melihat seorang teman yang pertama kali kukenal di SMP dulu namanya Axel, dulu saat SMP badannya sangat besar sekali dan aku kaget ketika awal kuliah aku melihat fotonya di salah satu jejaring social badannya telah menjadi kurus.
Aku penasaran dan sungguh ingin melihat bentuk aslinya, dan ternyata setelah bertemu dengan sosok aslinya memang benar anak itu sudah berubah. Tidak hanya fisiknya melainkan juga sikapnya, tapi sifatnya tidak berubah menurutku. Aku lebih senang dengan sikapnya yang dulu, lebih lucu. Dulu dia sering sekali berkelahi ketika di SMP dan untungnya dia juga sering sekali menang. Hebat anak itu.


Monday, 22 July 2013

Berharap Bisa Seminar


Sampai sekarang aku yang kuliah dijurusan Teknik Industri IT Telkom Bandung ini belum juga seminar, dan tepat hari ini aku mendapat kabar dari teman sekelompokku mengerjakan TA karena mereka sudah mengumpulkan lebih dahulu draft TA mendahuluiku ke dosen pembimbing dan pada hari itu juga dia mengajukan untuk seminar besok tepat hari selasa tanggal 23 juli 2013. Aku agak shock mendengar kabar itu karena kutahu seminggu yang lalu saat kami bertiga yaitu aku dan 2 orang teman sekelompokku dalam mengerjakan TA, di IT Telkom memang saat ini telah diberlakukan mengerjakan TA secara berkelompok namun tetap dengan judul dan pembahasan yang berbeda pula namun kita mengambil data yang sama di satu perusahaan. Seminggu yang lalu kami bersama-sama menemui dosen pembimbing dan kami baru bisa bertemu kembali dengan beliau seminggu setelahnya.

Pada saat itu tidak banyak terjadi kesalahan pada draft TA kedua teman kelompokku ini dan lain halnya denganku, masih banyak yang harus kuperbaiki pada draft TA ku itu. Aku hanya bisa pasrah karena pada saat itu sebenarnya aku sudah yakin sekali dengan latar belakang pada BAB 1 ku ternyata setelah kulihat latar belakang milik kedua temanku memang punyaku jauh dibawah mereka dan aku segera memperbaikinya namun kami tak bisa terburu-buru untuk mengumpulkan draft TA ini kembali karena seperti yang kubilang bahwa dosen pembimbing baru bisa ditemui kembali satu minggu setelah hari kita menemui beliau. Kami sudah sepaka untuk mengumpulkan draft TA ini kembali pada hari kamis, 3 hari setelah hari terakhir kami menemui dosen pembimbing namun pada hari itu aku masih berada ditempat temanku yang berasal dari Lampung dan saat ini dia sedang Kerja Praktek di Bandung.

Sebenarnya pada hari itu aku sudah berniat untuk kembali kekosan namun aku sama sekali tidak mendapatkan kabar dari kedua teman sekelompokku mengerjakan TA itu. Dan pada hari jumat baru aku kembali kekosan setelah selesai shalat jumat bersama temanku yang berasal dari Lampung itu aku mengirimkan sms kepada salah seorang teman sekelompokku aku menanyakan apakah mereka sudah mengumpulkan draft TA kepada dosen pembimbing dan ternyata tepat hari kamis sesuai kesepakatan kami mereka menyusulku kekosan pada pagi hari namun pada pagi itu aku masih berada ditempat temanku yang berasal dari Lampung itu. Aku sama sekali tak mendapat kabar berupa konfirmasi dari mereka tapi aku tetap sabar karena menurutku itu merupakan kesalahanku juga, aku harus lebih disiplin lagi. Dan pada hari mereka mengumpulkan draft TA itu mereka bilang kepada dosen pembimbing apakah mereka sudah bisa untuk seminar sebelum tanggal 25 juli 2013 karena tanggal 25 juli 2013 adalah kesempatan terakhir untuk seminar.

Dan ternyata permintaan mereka dikabulkan oleh dosen pembimbing, ya akupun berharap agar besok saat aku mengumpulkan draft TA ini juga aku pun bisa seminar bareng kedua orang teman sekelompokku itu namun apabila tidak bisapun aku sudah pasrah paling tidak aku telah berusaha.

Friday, 19 July 2013

21th


Yeyy.. Tepat 17 juli 2013 kemarin umurku bertambah menjadi 21th, bisa dibilang sama dengan umur bioskop. Sudah 3 hari ini aku menginap dikosan Hendra dan seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada yang begitu spesial di Hari ulang tahunku kemarin, hampir setiap tahun ulang tahunku belum pernah dirayakan tapi aku bangga dengan diriku yang tidak menuntut apapun di Hari pertambahan umur itu. Awalnya aku mengira bahwa setiap kali ulang tahun umurku selalu bertambah dan setelah kupikir-pikir kembali ternyata tidak justru sebaliknya bahwa umurku semakin berkurang dan ketika aku flashback kembali akan hal-hal yang telah kulakukan tidak semua hal yang kulakukan itu bermanfaat dan memang itulah hal yang seharusnya kulakukan namun banyak hal yang kulakukan itu adalah hal yang salah dan terus kuulangi.

Dihari ulang tahunku itu aku mempunyai sebuah impian dan sekiranya Tuhan mengijinkan untuk mengabulkan doaku, aku ingin sekali mempunyai calon istri bagiku yang sholeha dan cantik. Seorang wanita yang nantinya bisa menemani hidupku selama bertahun-tahun dan darinya aku ingin mempunyai beberapa anak yang sholeh dan sholeha, entah kenapa aku diranda ketakutan. Ketakutan yang jikalau aku mati nanti tidak ada yang akan terus mendoakanku sedang aku mengetahui bahwa pahala yang akan terus berjalan walaupun sampai kita mati nanti adalah : Amal Jariyah, Ilmu yang berguna, serta anak yang soleh. Tuhan Maha Adil, semoga Dia memberiku kesempatan untuk mendapatkan anak yang sholeh yang bisa mendoakanku ketika aku sudah tiada nanti. Disamping itu sebenarnya aku masih mempunyai mimpi yang sekiranya Tuhan mengijinkan aku akan terus memperjuangkannya, mimpi untuk berkeliling dunia.


Aku ingin sekali melihat keindahan-keindahan yang telah Tuhan ciptakan, jauh disamping itu tujuanku sebenarnya adalah aku ingin melihat bisnis-bisnis yang dijalankan diberbagai belahan dunia. Sungguh, aku belum berbuat apa-apa untuk Indonesiaku ini dan aku ingin sekali menjadi seorang pembisnis di Indonesia yang bisa banyak membantu orang untuk membuka lapangan pekerjaan nantinya dan inilah bagian yang paling sulit. Aku yakin bahwa uang itu sangat mudah didapatkan namun bagaimanakah aku nanti ketika aku mempunyai tanggung jawab untuk memegang banyak uang, sungguh aku tak ingin menjadi orang yang tidak bermanfaat dengan hanya menumpuk-numpuk uangku. Aku ingin mempunyai seorang pendamping yang nantinya bisa mengingatkanku untuk apakah seharusnya uang yang banyak itu digunakan. Semoga Allah SWT tetap memberi kita semua umur yang panjang dan memberi kita kesempatan untuk mewujudkan mimpi kita masing-masing.

Friday, 12 July 2013

Orang-orang Terbaik di Sampingku


Aku ingin bercerita tentang orang-orang terbaik yang selama ini ada disampingku, aku beruntung karena dari kecil sampai sekarang Allah SWT selalu memberiku orang-orang terbaik untuk ada disampingku. Mereka yang banyak mensupportku, memberikanku pengetahuan, dan mengajarkan betapa indahnya dunia ini. Orang-orang pertama yang akan kuceritakan jelas berasal dari keluargaku, mereka adalah Mamah (Ela Latifah) dan Papah (Heriyantoni, SE). Aku salut kepada mamaku, beliau berasal dari Kampung Margakaya, Pringsewu bukan asli dari Kota Bandar Lampung. Beliau tinggal di Lampung karena beliau kuliah disini dan setelah ketemu dengan papaku beliau juga bekerja disini dan akhirnya menetap tinggal di Bandar Lampung. Bisa dikatakan beliau adalah orang yang paling penyayang yang pernah aku temui, aku belajar banyak hal dari beliau. Aku belajar bagaimana caranya menyayangi orang, menjalin komunikasi, dan banyak hal.

Beliau memang sabar dan penyayang, tapi kalau sudah melihat tas dan sepatu bagus. Wah jangan ditanya, namanya juga wanita, entah kenapa banyak wanita yang suka tergila-gila jika melihat tas atau sepatu baru dan jika diperingatkan bilangnya kalau sepatu atau tas yang sebelumnya dibeli sudah jebol haha. Beliau selalu mempunyai impian besar dan sabar terhadap mimpinya, aku belajar dari beliau tentang kesabaran dalam meraih mimpi dan beliau juga yang bilang kita sebagai manusia harus tetap terus bermimpi. Karena kalau tidak bermimpi kita tak akan tahu kenapa arah tujuan hidup kita, dengan mempunyai mimpi arah tujuan hidup kita menjadi jelas dan menjadi terus semangat. Sosok selanjutnya adalah papah, papah adalah orang yang keras. Karena pada masa kecilnya sampai dewasa beliau tinggal bersama kakekku yaitu seorang tentara.

Beliau sudah belajar banyak hal semenjak kecil, beliau belajar mengetik 10 jari menggunakan mesin tik tentara yang bentuknya sangat besar katanya. Sampai sekarang akupun masih belum melihatny dan beliau juga bercerita kalau semenjak kecil beliau sudah suka bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri. Banyak hal yang beliau lakukan, mulai dari menyapu bus, membetulkan aki, membantu ngetik, dll. Lain halnya denganku yang semenjak kecil sudah suka bermain dan dijahili orang, beliau punya mimpi setelah lulus SMA beliau ingin merantau ke Batam tapi hal tersebut dilarang oleh kakekku mungkin karena kakekku belum tau pemikiran papah. Menurutku yang sekarang sudah remaja, pemikiran papah saat itu merupakan pemikiran yang benar. Batam merupakan pulau yang berkembang sekarang, bayangkan jika dari dulu beliau telah merantau di Batam akan jadi apa beliau sekarang. Tapi beliau tak pernah putus asa, beliau tetap melanjutkan mimpinya untuk kuliah di UI.

Dengan PD nya beliau datang ke Jakarta dari Lampung, dengan modal bahasa inggris yang bagus dan lulusan dari SMAN 1 Lampung. Tapi alhasil beliau gagal masuk UI, tak tau kenapa. Mungkin nasib belum menentukan beliau kesana, jadi beliau menganggur 1th sambil mengikuti pelatihan kelistrikan dll. Ditahun depannya beliau tidak lagi mencoba UI melainkan beliau mencoba untuk masuk Unila (Universitas Negeri Lampung) karena baru tahun itu pertama kalinya Unila mengadakan Sipenmaru, beliau masuk Unila dan lulus 7th berikutnya. Kenapa lama, karena saat kuliahnya beliau kuliah di 2 kampus, dan diselang itu beliau juga sambil kerja menjadi guru bahasa inggris. Beliau banyak menasehatiku akan ilmu praktis dalam hidup, beliau tak terlalu banyak memberikanku ilmu teori karena beliau menginginkan aku untuk menjadi pengambil keputusan yang cepat. Langsung laksakan, beliau tak pernah memaksakan kehendak kepadaku. Beliau selalu mengikuti apa mauku dan berusaha memberiku alternative dan solusi dari pilihan yang kuambil.


Sosok yang terakhir dari keluargaku adalah yang lahir 4th setelahku yaitu adik perempuanku, Arci Tamara. Aku heran kepadanya, awalnya aku menganggap dia orang yang biasa saja tapi entah kenapa dia selalu lebih berhasil daripadaku. Aku senang melihat prestasi-prestasinya, dan satu hal. Aku melihatnya sangat cerdas dalam menulis tapi sayang dia tak terlalu berniat dalam membuat tulisannya padahal aku sangat menanti-nanti tulisannya bisa terbit menjadi sebuah buku. Sekarang dia masih sekolah di SMAN 12 Bandar Lampung.

Wednesday, 10 July 2013

Pertama Puasa


Hari ini adalah hari pertama di Bulan suci Ramadhan tahun 2013, baru saja aku melaksanakan shalat terawih. Seperti biasa aku melaksanakannya di Musholla yang ada di gg. Demang dekat kosanku, sebenarnya ada 2 tempat terdekat dengan kosanku yaitu  MSU (Masjid Syamsul Ulum) tak lain merupakan masjid utama  punyanya kampusku IT Telkom dan satu lagi Musholla yang ada di Gg. Demang ini, sampai sekarangpun aku masih belum tau apa nama Musholla yang biasa aku gunakan untuk menjalankan ibadah sunnah terawih ini. Ada beberapa alasan mengapa aku lebih memilih untuk shalat di Musholla yang ada di Gg. Demang dibandingkan di MSU, namun alasan utamanya adalah karena shalat di Musholla di Gg. Demang ini bisa lebih cepat daripada shalat di MSU. Bisa dibilang paket komplit. Ya, aku datang saat shalat Isha, dan setelah shalat isha kami mendapatkan ceramah meskipun ceramahnya diucapkan dengan bahasa sunda halus.
 
Aku sedikit mengerti bahasa sunda tapi sering saat penceramah mengucapkan kalimat yang seharusnya membuat kita tertawa tetapi hanya orang-orang sunda saja yang tertawa, sedangkan kami yang berasal bukan dari darah sunda hanya terdiam dan merenung memikirkan apa arti dari ucapan yang tadi penceramah ucapkan. Setelah itu, langsung dilanjut ke ibadah yang ditunggu-tunggu pada waktu malam bulan ramadhan yaitu shalat terawih. Saat shalat dimulai tiba-tiba aku teringat kembali akan moment ketika aku masih kecil dan aku melaksanakan shalat di masjid Al-Hidayah, yaitu masjid ditempat tinggalku di Bandar Lampung, aku teringat kembali betapa mudahnya ketika aku masih kecil tertawa saat sedang shalat. Entah apa yang kutertawakan, pokoknya lucu saja. Dan tadi saat sedang shalat, saat mendengar anak kecil yang meneruskan suara imam dengan PD nya membuatku tersenyum dalam shalat.


Astaghfirullah Aladzim.. Aku mengakui kesalahanku dan aku langsung kembali khusyuk untuk shalat lagi. Aku senang sekali menyambut bulan puasa di tahun ini, entah kenapa. Seakan-akan aku tak ingin membiarkan bulan puasa tahun ini pergi begitu saja, aku seperti tak bisa merasakan kembali bulan puasa ditahun berikutnya. Aku ingin sekali banyak berbuat baik dan banyak melakukan amal ibadah di Bulan Puasa kali ini. Entah sudah berapa banyak dosaku, sungguh tak terhingga. Begitu juga berapa banyak nikmat yang diberikan oleh Allah SWT semenjak aku hidup didunia sungguh tak terhingga. Entah waktu kapan aku berpikir, berpikir dan membuatku sadar bahwa kita semua yang hidup di dunia ini awalnya berasal dari benda mati yaitu tanah. Kemudian diri kita ditiupkan ruh oleh Allah SWT dan dititipkan tubuh kita ini untuk dijaga agar kita senantiasa membantu Allah SWT dalam memakmurkan dan menjaga apa yang telah Allah SWT ciptakan.

Tuesday, 9 July 2013

Minum Jamu


Berdasarkan ketetapan pemerintah bahwa di Indonesia besok akan memasuki hari pertama bulan suci ramadhan, senang sekali rasanya. Akhirnya bulan yang selama ini ditunggu-tunggu datang juga walaupun setiap malam aku sering melihat bulan yang terang benderang. Dalam agama Islam bulan suci ramadhan adalah bulan terbaik diantara bulan-bulan lainnya karena pada bulan ini diturunkan Kitab Suci Alquran kepada Utusan Allah yaitu Nabi Muhammad SAW, oleh karena itu pada bulan ini juga umat islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami isi dari Alquran tersebut.

Saat ini aku masih tinggal di Bandung, dan ternyata tidak hanya di Bandung melainkan dikota asalku Lampung kata mamaku saat kami sedang bertelpon disana juga sedang musim hujan. Karena musim hujan cuaca jadi dingin, dan mulai pada pergantian cuaca itulah aku mulai mudah terserang penyakit. Aku mulai terkena pilek yang hampir setiap saat membuatku menarik tissue dari tempatnya dan membuatku membeli stock tissue yang baru, setelah pilekku agak reda aku terkena penyakit yang lainnya lagi yaitu batuh disertai dahak. Kebetulan aku adalah orang yang tak begitu suka meminum obat karena menurutku pengaruh obat hanyalah bergantung pada sugesti masing-masing orang, gampang sekali rasanya menasehati orang bahwa penyakit itu bisa cepat hilang tergantung dari sugesti kita masing-masing.

Tapi untuk menerapkannya pada diriku sendiri, lumayan sulit rasanya. Disaat penyakitku ini sudah berjalan sekitar 3 hari aku kembali teringat ketika dulu sewaktu aku sedang SMP dan kebetulan saat itu papahku sedang sakit beliau menyedu jamu untuk dirinya dan beliau bilang kalau kita sebagai orang Indonesia harus belajar mengenal jamu sebagai obat tradisional Indonesia, akupun sebenarnya pernah meminum jamu namun sudah lama sekali sepertinya. Terakhir kali aku minum jamu gendong adalah ketika aku masih SD dulu karena didaerahku masih merupakan daerah kota yang belum begitu berkembang jadi masih banyak tukang jamu gendong yang lewat dan tetangga-tetanggaku juga masih membiasakan dirinya untuk meminum jamu.

Dan dimalam itu yaitu malam ketiga saat aku sakit, setelah makan makanan favoritku Sate Ayam ketika aku sakit aku langsung meniatkan diriku untuk pergi ke Counter Jamu menggunakan sepeda motor, kebetulan didekat kawasan kampusku kawasan pendidikan Telkom lumayan banyak orang yang membuka counter jamu dan setahuku sepertinya kebanyakan dari mereka yang membuka counter jamu itu adalah perantauan yang berasal dari Jawa Tengah ke Timur karena saat aku berbicara kepada mereka kebanyakan dari mereka yang berlogat jawa. Itu adalah pertama kalinya aku meminum jamu di counter, aku minta langsung disedu ditempat. Ketika aku datang, saat itu aku mengenakan topi, celana training panjang, kaos tangan panjang dan aku lapisi dengan jaket ketat panjang untuk melindungi tubuhku dari kedinginan.

Dan aku mulai masuk ke counter jamunya, aku melihat ada pasangan suami istri yang sedang memesan jamu. Ada segerombolan bapak-bapak yang terlihat seperti kuli bangunan, dan aku langsung bilang ke tukang peracik jamunya. Tukang peracik jamunya ada 2 orang, yaitu mas-mas yang sepertinya seumuran denganku dan satu lagi bapak-bapak hampir ketuaan yang mengenakan peci. Bapak itu terlihat alim karena ia mengenakan peci, tapi kalau ia mengenakan peci mengapa ia menjadi peracik jamu. Bukankah lebih baik ia tetap berada dimasjid, tapi setelah aku pikir-pikir menjadi peracik jamu tak kalah dengan menjadi guru. Kalau menjadi guru, kita dapat mewariskan ilmu yang kita miliki kepada murid-murid. Dari situ kita mendapatkan pahala, dan kalau menjadi peracik jamu kita membantu orang-orang yang sakit untuk sembuh atau yang sehat ingin tetap sehat. Tapi semua pahala tetap kembali pada perhitungan Allah SWT.

Aku langsung bilang kepada bapak yang mengenakan peci mengenai penyakitku, kataku “Pak minta jamu untuk sakit”. Karena bapak tua itu sedang meracik jadi mas yang ada disebelahnya mencoba untuk membantunya dengan menjawab pertanyaanku “Sakit apa ?” kata ma situ. Lalu aku jelaskan tentang masalah yang kualami kalau aku mengalami sakit tenggorokan, badan kedinginan, dan ingin menjaga usus agar tetap sehat. Lalu bapak tua tadi menjawab “Khusus”, kemudian aku lebih mengeraskan suaraku “Usus” kataku. Kupikir dengan ucapan yang kedua kalinya ini bapak tua itu sudah mengerti, lalu tiba-tiba bapak tua tadi menjawab “Oooo.. Jamu khusus, iya nanti dibuatkan jamu khusus”. Jegerrr pikirku. Untunglah mas yang disebelahnya mencoba membantu menjelaskan kepada bapak tua itu hingga akhirnya si bapak mengerti.

Orang yang ada di counter jamu itu terlihat tertawa semua melihatku, dalam pikiranku saat itu mungkin mereka melihatku berbicara seperti sedang mengonsultasikan penyakitku ke dokter saja. Ya mau bagaimana lagi, memang inilah yang kualami kalau tidak kuceritakan lalu apa yang ingin kusembuhkan. Aku melihat pesanan orang yang disebelah kiriku sudah datang, aku melihat ternyata cara minum jamu itu ada 2. Kita akan diberikan 2 gelas sekaligus, yang satu gelas sedang yaitu gelas yang berisi racikan jamu tadi. Terlihat gelas berisi racikan jamu orang yang ada disebelahku warnanya menjijikan pasti rasanya amat tidak enak sekali, tapi untunglah ada 1 gelas lagi yaitu 1 gelas kecil air putih untuk setelah kita menghabiskan jamunya. Tak begitu lama jamu orang yang ada disebelahku habis tak tersisa terlihat dia sangat menikmati sekali meminum jamunya.

Dan tak lama setelah orang itu pergi akhirnya jamu pesananku pun datang, aku melihat aku pun mendapatkan 2 gelas seperti orang yang disebalahku tadi dan aku mulai jijik membayangkan rasanya. Aku pikir ya demi kesehatan memang harus aku habiskan, begitu jamu sampai didepan mataku tanpa berpikir panjang aku langsung melahap habis jamu digelas yang berukuran sedang tapi ketika aku meminumnya sedikit aku merasakan rasa enak dijamunya. Tidak ada sama sekali rasa jijik yang tadi aku bayangkan, aku merasakan campuran rasa madu dan mint yang segar dijamu tersebut, ketika jamuku habis aku juga ternyata mendapatkan 2 pil kapsul yang akupun tak tahu untuk apa 2 kapsul itu fungsinya tapi aku langsung meminumnya dengan air putih yang telah disediakan digelas kecil. Dan aku salah, ternyata gelas kecil yang aku kira berisi air putih ini berasa lemon nan manis sungguh minuman yang segar dan enak sekali.


Ingin rasanya aku nambah 1 porsi lagi saat itu, tapi aku takut overdosis. Tak lama setelah minum jamu, aku langsung membayarnya dan bersegera pulang, tak lupa aku membeli 1 kotak kecil madu karena aku juga termasuk penyuka madu walaupun tak terlalu berkhasiat menurutku saat dikonsumsi. 1 porsi jamu yang kuminum tadi seharga 9rb rupiah sedangkan 1 kotak kecil madu yang kubeli tadi 15rb rupiah dengan berat 100g. Itulah pengalaman pertamaku menyedu jamu di counternya, adalah pengalaman pertama yang akan membuatku kembali meminum jamu discounter kalau mengetahui rasa dan khasiatnya bisa sehebat itu. Dan semoga senantiasa aku selalu menjadi manusia yang bersyukur kepada Allah SWT atas segala rezeki yang telah Dia berikan.